09 Februari 2010
Tangki Tabrak Truk Gandeng, Dua Tewas
DEMAK- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Lingkar Selatan Demak Kota, tepatnya di perempatan JogoloyoSenin (8/2), pukul 05.30. Laka lantas antara truk tangki L-8131-LA dan truk gandeng S-8156-US itu mengakibatkan dua awak truk tangki tewas di lokasi kejadian. Keduanya adalah Sugeng (34) pengemudi dan kernetnya Ashari (24) yang sama-sama warga Barang Ngasem Bojonegoro Jatim. Korban mengalami luka parah pada bagian tubuh dan kakinya tergencet kabin. Sementara pengemudi truk gandeng, Mujiadi (58) tidak mengalami luka. Peristiwa tersebut diduga terjadi karena pengemudi truk tangki bermuatan bahan dasar lem mengantuk. Sebab, tangki melaju dengan kecepatan tinggi, padahal lampu bangjo menunjukan warna merah.
Salah seorang saksi mata, Salim menuturkan, kecelakaan bermula saat truk gandeng bermuatan pupuk ponska sedang berhenti karena lampu di bangjo berwarna merah. Setelah lampu pengatur jalan menunjukkan warna hijau, kendaraan itu pun berjalan pelan bersama sepeda motor yang ada di sisi kanan kirinya. Namun secara tiba-tiba dari arah belakang melaju dengan kecepatan tinggi truk tangki yang langsung menyeruduk bagian belakang truk gandeng.
‘’Kemungkinan pengemudi truk tangki mengantuk, karena melaju kencang padahal saat itu banyak kendaraan berhenti di bangjo,’’ katanya.
Suara benturan keras mengejutkan warga yang berada di sekitar lampu bangjo, termasuk pengendara sepeda motor. Akibat benturan hebat itu, kabin depan mengalami kerusakan parah. Selain itu kedua penumpang truk tangki, yakni pengemudi dan kernetnya tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuh keduanya terjepit kabin yang ringsek.
Terbalik Sementara itu bagian belakang truk gandeng yang ditabrak, terlepas dan terbalik di tengah jalan. Muatan pupuk pun tumpah di ruas jalan. Tak berapa lama terjadi kemacetan arus lalu lintas yang cukup panjang. Petugas Polantas Polres Demak yang datang ke lokasi kejadian mengalihkan arus dengan hanya memanfaatkan dua lajur. Sementara petugas lainnya berusaha mengevakuasi korban yang terapit kabin. Untuk mengevakuasi korban, petugas harus melepaskan kabin dengan cara mengangkat. Setelah berhasil diambil dari kabin, kedua jenazah korban langsung di bawa ke rumah sakit Sunan Kalijaga.
Pengemudi truk gandeng, Mujiadi mengaku terkejut ketika ada benturan keras mengenai gandengan bagian belakang. Ia sudah menduga benturan itu akibat ada kendaraan menabraknya. Dirinya merasakan bagian belakang terlepas dan membuat bodi depan oleng. ‘’Yang saya pikir saat itu adalah bagaimana kemudi truk tidak belok atau menabrak pengemudi lainnya. Sebab, banyak sepeda motor yang posisinya ada di depan kendaraan saya.’’Setelah menepi, ia mendapati bagian belakang truknya telah terbalik karena ada truk tangki menabrak. Di dalam kabin, dua awak truk terlihat sudah tidak bernyawa.
Kapolres Demak AKBP Wawan Ridwan melalui Kasatlantas AKP Pardi mengatakan, dugaan sementara kecelakaan terjadi karena pengemudi truk tangki mengantuk. Karenanya, laju kendaraan tetap kencang dan ia tidak menyadari jika ada kendaraan di depannya. ‘’Mestinya kalau merasakan mengantuk saat mengemudi, lebih baik berhenti sejenak untuk melepas rasa kantuknya. Jika tidak, bisa berakibat fatal seperti ini. Sebab seseorang yang mengantuk, dia tidak bisa mengendalikan kemudi kendaraan,’’ tuturnya. (H1-16)